ORNAMEN

SYSTEM PENGAJIAN

System pengajian yang diterapkan di Pondok Pesantren Nurul Wafa sebagaimana system pengajian di pesantren-pesantren pada umumnya, yaitu dengan menggunakan metode bandungan, sorogan, diskusi, dan praktek ibadah.

Metode bandungan diterapkan setiap hari di setiap kitab yang dikaji. Guru membacakan logatan lalu menerangkannya, santri menulis dan memahami penjelasan guru. System ini telah diterapkan di Pondok Pesantren Nurul Wafa sejak pesantren didirikan tahun 1977. Secara turun temurun system ini terus dipakai karena dinilai tepat. Guru menjelaskan seluruh pengetahuan yang didapatkannya selama bertahun-tahun kepada santri, sehingga santri mampu menyerap pengetahuan gurunya yang telah bertahun-tahun menggeluti bidang keilmuan agama.

Metode sorogan dipakai di jam-jam tertentu. Dalam pelaksanaannya, santri membaca kitab, guru mendengarkan dan mengoreksinya. Hal ini dutujukan untuk menjaga keutuhan ilmu yang didapatkan dari guru. Di Pondok Pesantren Nurul Wafa metode ini diterapkan pada kegiatan LP2K. Kegiatan ini lebih ditujukan agar santri mampu membaca kitab kuning dalam tempo waktu 1 tahun.

Metode diskusi diterapkan pada pembelajaran di dalam kelas pada waktu-waktu tertentu. Dalam pelaksanaannya, guru memberikan permalasahan dari beberapa kitab, lalu santri membahasnya secara berkelompok dengan dibimbing oleh gurunya.

Praktek ibadah merupakan kegiatan harian yang dilaksanakan oleh santri sesuai dengan tingkatannya masing-masing. Kegiatan ini merupakan bentuk penerapan pengajian yang telah dilaksanakan mulai dari bab ibadah, muamalah, munakahah, dan jinayat. Pada pelaksanaannya, santri dinyatakan lulus praktek ibadah bila santri telah sepenuhnya menerapkan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini dinilai sangat penting karena pada umumnya penilaian hanya dianggap sebatas angka semata. Padahal, justru penilaian itu diadakan untuk mencapai tujuan utama yaitu penerapan dalam kehidupan sehari-hari.